Bisnis PLR 10 hal yang kompetitor anda ketahui tentang bisnis plr

Published on April 22nd, 2019 | by Martin Chandra

0

10 Hal yang Kompetitor Anda Ketahui Tentang Bisnis PLR

Pernah mendengar PLR? Bagi Pebisnis Online pemula biasanya belum begitu mengenal apa itu bisnis PLR. Bisnis ini dipercaya menjanjikan income tak terbatas apabila dilakukan secara sungguh-sungguh. Berikut ini 10 hal yang diketahui kompetitor mengenai PLR.

1. Apa Itu PLR?

PLR atau Private Label Rights merupakan lisensi khusu yang diberikan oleh pemilik produk (owner) kepada seseorang yang membeli produk digital milik owner. Sederhananya, apabila Pebisnis Online membeli sebuah produk digital, maka harus mengecek lisensinya. Cari tau apa saja yang boleh dilakukan menggunakan produk tersebut. Apakah Pebisnis Online boleh menjualnya ke orang lain, atau hanya boleh digunakan sendiri.

Apabila Pebisnis Online membeli suatu produk digital biasa namun tak memperoleh lisensi apapun, maka produk tersebut hanya boleh dipakai sendiri tak boleh diperjualbelikan. Tapi, jika Pebisnis Online diperbolehkan untuk menjual kembali produk tersebut dengan nama Pebisnis Online. Bahkan boleh menjadikan produk tersebut sebagai bonus dari produk lain yang dijual, maka produk tersebut adalah produk PLR.

Contohnya begini, apabila Pebisnis Online belum memahami cara membuat iklan di Facebook kemudian membeli panduan beriklan di Facebook dari pebisnis lain. Apabila pebisnis tersebut memberikan lisensi, maka Pebisnis Online boleh menjualnya kembali. Terkadang juga diberikan alat-alat untuk membantu promosi produk tersebut sehingga Pebisnis Online lebih mudah mendapatkan keuntungan dari produk tersebut.

2. PLR Menghemat Waktu

Satu hal pasti yang diketahui kompetitor bisnis PLR adalah PLR menghemat waktu. Pebisnis Online tak perlu menciptakan produk sendiri yang menghabiskan banyak uang dan waktu. Pebisnis Online hanya perlu mengeluarkan biaya awal saja, kemudian tinggal rebrand dan promosikan sebagai produk sendiri.

Bahkan bila dibandingkan dengan menyewa penulis konten, videografer dan tenaga ahli lainnya, konten PLR cukup terjangkau. Pebisnis Online bisa memodifikasi konten yang telah ada sehingga lebih sesuai dengan brand baru yang dipromosikan. Pebisnis Online tak perlu merencanakan ide dari nol karena PLR sudah memberikan ide, kerangka bisnis hingga dasar dari bisnis agar bisa berhasil.

3. Lisensi Tidak Eksklusif

Sebagai produk yang memiliki lisensi tidak eksklusif, tentu produk PLR bisa disalin oleh banyak pebisnis. Itu sebabnya banyak penyedia produk PLR membatasi jumlah lisensi yang dijual. Agar berbeda dari pebisnis PLR lainnya, kompetitor biasanya membuat suatu perubahan baik mengedit konten artikel, sampul ebook atau menggabungkan beberapa artikel bertema sama menjadi sebuah ebook baru yang unik. Pebisnis Online bisa menciptakan cover dan halaman sales sendiri sehingga produk PLR terlihat lebih fresh dan berbeda dari produk pesaing.

4. Tidak Ada yang Gratis

Meskipun PLR diklaim murah dan menguntungkan, namun Pebisnis Online harus pandai-pandai menyiasati pasar agar bisa bertahan dalam persaingan. Dengan kepopuleran PLR dan Adsense, banyak pelaku PLR yang hanya menyalin artikel PLR langsung ke website mereka lengkap dengan blok Google Adsense kemudian mengunggahnya ke website. Banyak kompetitor PLR yang melakukan hal tersebut sehingga tak sedikit pula akun atau website mereka yang dihentikan oleh Google karena dianggap melakukan duplikasi konten.

Google mengecam keras tindakan duplikasi konten dan memberikan sanksi yang cukup berat bagi pelakunya walaupun hanya copy paste konten artikel. Sebaiknya, Pebisnis Online menjauhi tindakan kompetitor seperti ini. Lebih baik membuat konten unik sendiri yang membedakan produknya dari produk lain di pasaran. Bisnis PLR memang mudah, tapi seperti bisnis lainnya, tak ada yang gratis dalam PLR. Pebisnis Online harus kreatif dalam mengedit konten agar bisa sukses di bisnis ini.

5. Gunakan Video Marketing

Kompetitor yang sukses menjalankan PLR biasanya memanfaatkan semua sumber dayanya untuk mempromosikan produknya. Salah satu caranya yakni dengan menggunakan video marketing. Buat video slideshow yang berisi semua artikel PLR yang Pebisnis Online buat. Tak perlu semuanya harus diupload. Upload sebagian di direktori video dan lengkapi dengan backlink ke situs PLR yang Pebisnis Online miliki.

6. Optimalkan Postingan Blog

Tahukah Pebisnis Online kalau postingan apa saja yang berkaitan dengan PLR bisa menjadi postingan blog yang bagus? Selain video marketing, kompetitor juga memaksimalkan penggunaan blog dalam menjalankan PLR. Pebisnis Online jangan mau kalah. Kumpulkan semua sumber artikel yang dimiliki kemudian organisasi konten PLR ke suatu niche. Ambil produk pertama dan buat postingan blog mengenai produk tersebut. Apabila Pebisnis Online bisa menciptakan ebook, video atau report, posting konten tersebut di blog.

7. Back End Products

Rahasia kompetitor agar bisa meraup untung banyak dari PLR adalah memiliki lebih dari satu produk. Pebisnis Online tak akan kaya raya jika hanya menjual satu jenis produk saja. Jadi, buat rencana cadangan, ambil produk PLR yang lain dan gunakan sebagai back end products yang bisa dijual kembali ke pelanggan yang sudah ada.

8. Penawaran Gratis

Usaha yang dilakukan kompetitor untuk bisa mencapai puncak di bisnis ini cukup banyak, bahkan tak sedikit yang memberikan penawaran gratis bagi konsumennya. Caranya yakni dengan mengubah produk PLR menjadi produk bonus atau diberikan secara gratis di halaman website mereka. Dengan begitu kompetitor bisa memiliki sesuatu yang membuat calon konsumen berkenan untuk meninggalkan nama dan alamat emailnya di website tersebut. Pebisnis Online juga bisa meniru cara ini sehingga daftar konsumen yang diperoleh makin panjang.

Cara lain untuk membuat produk PLR jadi lebih menarik yakni dengan menggabungkan beberapa produk PLR jadi satu berkas. Kemudian buat versi fisik dari berkas tersebut. Pebisnis Online bisa menerapkan harga yang sedikit lebih tinggi dari produk PLR tersebut karena isinya lebih banyak. Namun, pastikan tema produk PLR yang digabungkan memiliki niche yang sama.

8. Gunakan Marketing Artikel

Meski marketing artikel dan SEO tak banyak membantu memberikan keuntungan bagi PLR, kedua hal tersebut masih mampu membantu bisnis PLR untuk bisa dikenal di pasaran. Seperti postingan blog, marketing artikel untuk PLR memberikan framework yang memudahkan Pebisnis Online untuk menulis artikel original. Selain itu, memudahkan Pebisnis Online untuk mengunggahnya di website maupun blog tanpa takut adanya duplikasi konten. Cara ini memudahkan informasi produk PLR untuk bisa sampai ke calon konsumen.

10. Daftar Email (Email List)

Hal terakhir yang jarang diketahui oleh pebisnis PLR pemula adalah pemanfaatan daftar email.Apabila Pebisnis Online belum memilikinya, sebaiknya buat email list karena di masa depan pasti akan sangat dibutuhkan. Agar orang-orang mau mendaftarkan email mereka, tawarkan bonus seperti ebook gratis, video dan konten gratis lainnya yang sekiranya bermanfaat bagi konsumen.

Menjalankan bisnis PLR memang perlu kesabaran karena pembeli tak langsung datang begitu saja. Tapi, Pebisnis Online jangan ragu untuk mencoba bisnis ini karena banyak tantangan berikut dengan potensi keuntungan yang besar. PLR juga perlu dijalankan dengan penuh kreativitas sehingga bisnis bisa bertahan di persaingan PLR yang ketat. Apalagi mengingat konten PLR berupa konten generik yang rawan duplikasi. Semakin unik produk Pebisnis Online tentu akan semakin banyak dilirik konsumen.


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑